Dari Menjaga Alam Sampai Jadi Bahan Makanan Ternyata Pohon Tengkawang Ini Serba Bisa

mangrove dan tengkawang
Visual dihasilkan oleh AI
Key Takeaways
  • Hutan bukan sekadar pelindung lingkungan tetapi ruang makan raksasa penyedia bahan pokok
  • Warga pesisir mampu mengolah buah mangrove menjadi alternatif karbohidrat bergizi
  • Pohon endemik Kalimantan penghasil mentega nabati memiliki nilai ekonomi tinggi tanpa harus ditebang
  • Pemberdayaan masyarakat adat adalah garda terdepan pelestarian alam dan solusi iklim

Honestly tiap kali ada berita kebakaran lahan di kampung halamanku Kalimantan Barat perasaanku langsung hancur. Dulu aku cuma mikir dampaknya sebatas kabut asap yang bikin sesak napas dan satwa liar yang kehilangan rumah. Namun setelah mengikuti online gathering Eco Blogger Squad dan The Asia Foundation baru baru ini pandanganku berubah drastis. Ternyata krisis lingkungan ini mengancam hal yang jauh lebih krusial yaitu isi piring kita sendiri.

webinar eco blogger squad

Ketahanan pangan adalah kondisi dimana sumber makanan lokal terjamin kelestariannya untuk generasi masa depan. Ekosistem alam memegang peran ganda dalam urusan ini. Tumbuhan pribumi tidak hanya bertugas menyeimbangkan iklim ekologi tetapi buah dan bijinya juga menjadi sumber nutrisi utama yang mampu menghidupi peradaban masyarakat lokal sejak ratusan tahun lalu.

Table of Contents

Mengapa Hutan Berkaitan Erat dengan Ketahanan Pangan Kita?

Saat lingkungan rusak akibat pembakaran lahan otomatis ketahanan pangan kita ikut hancur. Sayangnya banyak dari kita terbiasa bergantung pada pasokan makanan dari luar daerah. Jika krisis iklim memburuk dan jalur distribusi terputus kita akan kesulitan bertahan hidup.

Oleh karena itu menggali kembali potensi bahan makanan dari tumbuhan endemik di sekitar kita menjadi sangat mendesak. Alam sebenarnya sudah menyediakan tanaman dengan fungsi double job yang menjaga bumi sekaligus mengisi perut kita.

Tumbuhan ini sudah beradaptasi sempurna dengan tanah aslinya sehingga lebih tahan terhadap hama dan perubahan cuaca ekstrem.

Apa Fakta Mengejutkan dari Mangrove di Raja Ampat?

Fakta Mengejutkan dari Mangrove
Visual dihasilkan oleh AI

Selama duduk di bangku sekolah aku selalu mengira mangrove murni berfungsi sebagai benteng alami penahan abrasi ombak dan habitat biota saja. Pikiran ini langsung patah saat mendengar cerita inspiratif dari webinar atau online gathering kemaren.

Sesi tersebut secara khusus menyoroti momen ketika Mangrove menjadi sumber kehidupan dan penghidupan bagi masyarakat Kampung Friwen.

Ternyata pemanfaatan mangrove tidak melulu soal menebang kayu yang bisa mengancam kelestarian alam. Melalui dukungan TAF bersama PKPRA masyarakat didorong untuk mengembangkan produk turunan mangrove non kayu menjadi produk bernilai ekonomi dengan pendekatan yang berkelanjutan. Praktik luar biasa ini sangat mengandalkan pengetahuan lokal serta memastikan keterlibatan perempuan dan anak muda secara aktif.

Contoh nyatanya para mama di sana memegang peran sentral dengan bahu membahu mengumpulkan buah dari jenis pohon lindur dan nipah. Buah lindur diproses dengan teknik khusus untuk menghilangkan racun alaminya lalu ditumbuk menjadi tepung kue kental yang lezat. Sementara itu buah nipah disulap menjadi sirup minuman segar kaya antioksidan. Inovasi warga ini menegaskan satu pesan mutlak yaitu Jaga Hutan Sama Dengan Jaga Sumber Pangan.

Bagaimana Pohon Tengkawang Menyelamatkan Pangan Kalimantan?

pohon tengkawang
Visual dihasilkan oleh AI

Melihat kehebatan warga Raja Ampat aku langsung teringat pada tanaman sakral dari tanah kelahiranku Kalimantan Barat yaitu Pohon Tengkawang. Sama seperti mangrove tengkawang punya tugas ganda yang sangat berat namun luar biasa bermanfaat.

Akar raksasanya mencengkeram tanah hutan hujan tropis untuk mencegah erosi dan menjaga ketersediaan air bersih. Hebatnya lagi masyarakat Dayak tidak perlu menebang pohon ini untuk mendapatkan manfaat ekonomi. Mereka hanya perlu mengumpulkan buah bersayap yang jatuh secara alami ke lantai hutan. Biji dari buah ini kemudian dijemur dan diekstraksi menjadi mentega nabati super gurih bernama Illipe Butter atau Green Butter.

Sebagai gambaran betapa berharganya dua tanaman ini kamu bisa melihat perbandingan fungsinya pada tabel berikut:

Kriteria Mangrove Lindur (Raja Ampat) Pohon Tengkawang (Kalimantan Barat)
Fungsi Lingkungan Menahan abrasi dan badai pesisir Mencegah erosi dan menjaga tata air
Produk Olahan Tepung biskuit dan kue jajanan Mentega nabati dan minyak masak
Nilai Tambah Ekonomi Penjualan sirup buah nipah Bahan baku industri kecantikan lokal
Metode Panen Memetik buah musiman di pesisir Mengumpulkan biji jatuh di hutan

Pohon endemik ini mengajarkan kesabaran ekologis yang luar biasa karena hanya memproduksi buah setiap tiga sampai lima tahun sekali. Selama masa tunggu tersebut daun daun lebatnya bekerja aktif menyerap karbon sementara akar raksasanya kokoh menahan struktur tanah dari bahaya erosi.

​Hebatnya lagi kualitas mentega nabati dari masyarakat adat ini kini telah tersertifikasi organik Fair for Life dan sukses berekspansi ke pasar Eropa dengan nama Cru Illipe Butter.

Permintaan globalnya bahkan dikabarkan menembus lima ratus ton per tahun. Selain digunakan warga desa untuk menumis sayuran atau dicampur ke dalam nasi hangat ekstrak tengkawang kini menjadi bahan baku andalan untuk industri kosmetik perawatan kulit es krim hingga pembuatan cokelat premium dunia.

Mengapa Solusi Lokal Penting untuk Perubahan Iklim?

Inovasi dari Raja Ampat dan Kalimantan Barat membuktikan bahwa perbaikan lingkungan selalu dimulai dari akar rumput. Menyambut momentum Bangkok Climate Action Week yang akan berlangsung pada tanggal 3-11 Oktober 2026 nanti mari melihat lebih dekat berbagai solusi lokal yang tidak hanya baik bagi lingkungan tetapi juga dapat menciptakan nilai ekonomi bagi masyarakat.

​Kita tidak harus selalu menunggu teknologi canggih untuk menyelamatkan bumi. Mempercayakan pengelolaan lahan kepada masyarakat adat dan mendukung produk turunan dari hutan terbukti jauh lebih efektif dalam menjaga kedaulatan pangan nasional. Menjaga pohon tetap berdiri tegak berarti mengamankan sumber pangan dan mata pencaharian jutaan orang.

Kesimpulan

Bencana kebakaran lahan yang disengaja bukan sekadar tragedi lingkungan biasa melainkan ancaman langsung terhadap kelangsungan hidup manusia.

  • Ketahanan pangan sejati berasal dari kemandirian memanfaatkan flora endemik
  • Mangrove Raja Ampat menghasilkan tepung substitusi gandum yang bergizi tinggi
  • Tengkawang Kalimantan memberikan mentega serbaguna bernilai jual global
  • Hutan yang terjaga akan selalu menyediakan cukup makanan bagi pelindungnya

Frequently Asked Questions (FAQ)

Apa itu ketahanan pangan?
Ketahanan pangan adalah kondisi terpenuhinya kebutuhan makanan bergizi bagi setiap individu secara berkelanjutan. Konsep ini memastikan sumber bahan pokok tetap lestari aman dan mudah diakses oleh warga lokal tanpa merusak ekosistem sekitarnya.
Bagian mangrove apa yang bisa dimakan?
Masyarakat pesisir umumnya mengolah buah dari jenis pohon lindur dan buah nipah. Setelah melalui proses perendaman untuk membuang getah tanin buah tersebut ditumbuk menjadi tepung atau diekstrak menjadi cairan sirup manis.
Apa itu illipe butter?
Illipe butter adalah mentega nabati yang diekstraksi dari biji pohon tengkawang khas Kalimantan. Lemak alami ini memiliki tekstur padat menyerupai cokelat mentega dan sangat populer digunakan sebagai minyak masak tradisional serta bahan dasar pelembap kulit kosmetik.

Punya tanaman endemik lain di daerahmu yang fungsinya sekeren mangrove dan tengkawang ini? Mari diskusi dan bagikan ceritamu di kolom komentar ya!


Reference: Materi dari Online Gathering "Inspirasi Ketahanan Pangan dari Mangrove di Raja Ampat"
Visual by Gemini AI
@ecobloggersquad @theasiafoundation @kawanpesisirr4
#Ecobloggersquad #theasiafoundation #JagaMangroveJagaRajaAmpat #merawatmimpi #menumbuhkaninspirasi
2 komentar
  1. Una El-Anshari
    30 September 2026 pukul 22.26
    aaak aku inget Tengkawang ini, kapan hari pernah ikutan workshop membuat skinker, lipblam dari tengkawang ibu lipblam pertama bikinanku
    keren banget alam Indonesia it ya kak rata-rata tanamannya double job
    • Dina
      8 Oktober 2026 pukul 01.39
      wah masyaAllah kak, semoga next time aku bisa ikut kursus serupa, seru banget pasti 😍